Percepat Sekolah PTM, Bupati Bandung Usulkan Vaksinasi Siswa SD, SMP, dan SMA

  • Bagikan
Desain Konsep SMP Prima Cendikia Islami
Desain Konsep SMP Prima Cendikia Islami

Tutwuri.id – Dadang Supriatna selaku Bupati Bandung memberikan usulan program vaksinasi sekolah baik SD, SMP, dan SMA guna dapat segera dimulainya kehiatan pembelajaran tatap muka (PTM).

Dikutip dari laman Jabarekspres.com ditemui disela kunjungan ke Yayasan Pendidikan SMP Prima Cendikia Islami di Baleendah, ia menyebut langkah vaksinasi siswa merupakan kunci KBM tatap muka.

“Hingga saat ini penerima vaksin adalah di atas 18 tahun. Tapi ke depannya kami akan coba usulkan vaksinasi bagi anak sekolah. Bagaimanapun metode pembelajaran tatap muka jauh lebih efektif daripada sistem daring,” ucapnya dilansir dari jakbarekspress.com.

Baca Juga: Pupuk Kaltim Kembali Salurkan Beasiswa Pendidikan Senilai Rp 22 M, Ini Syarat dan Rinciannya

Dalam kunjungan tersebut, Dadang Supriatna juga memberikan apresiasi pada pihak yayasan dimana menjadikan Al-Qur’an dan Sunnah sebagai dasar dalam metode pembelajaran.

Ia menilai sistem pembekajaran yang diterapkan di Yayasan Pendidikan SMP Prima Cendekia Islami ini akan mencetak generasi yang islami.

“Di sini setiap siswanya selalu membaca alquran dan belajar tafsir, yang tentunya akan mereka aplikasikan di kehidupan sehari-hari. Karena Al-Quran sendiri merupakan pedoman bagi seorang muslim,” lanjutnya.

Pihaknya juga berharap dengan adanya SMP Prima Cendikia Islami mampu mengembangkan mencetak sumber daya manusia yang bermutu serta meningkatkan indikator pendidikan di Kabupaten Bandung.

Baca Juga: Masuk Zona Merah, Pemkot Palembang Batalkan Rencana PTM Tatap Muka Pada Bulan Juli Ini

Selain itu, ia bersama pihak pemerintahan akan terus memberikan suport serta membantu dalam peningkatan mutu sarana dan prasarana dalam lingkup yayasan.

Ditemui dalam kesempatan yang sama, Dadan Wildan selaku ketua Yayasan Pendidikan SMP Prima Cendekia Islami menerangkan bahwa pihaknya bertujuan membangun sekolah dengan konsep islami yang representatif.

Dadan juga menyebutkan bahwa pihak yayasan juga menyediakan kuota pendidikan gratis 10 persen siswa baru bagi anak yatim di wilayah desa Malakasari dan Bojongmalaka.

“Jadi kalau sekarang kita terima 150 siswa, maka 15 adalah anak yatim. Untuk pembiayaan, seragam, pendaftaran dan uang bangunan semuanya gratis. Kita ambil berkahnya dari situ,” terangnya.

Baca Juga: Pemerintah Kota Solo Alihkan Fungsi Gedung Sekolah Menjadi Lokasi Isolasi Pasien

Mengangkat konsep islami, Yayasan ini juga menyediakan beragam fasilitas moderen bagi siswa meliputi Akses internet di setiap ruang, ruang podcast, lab komputer, ruang broadcast, infocus, hingga sistem absensi digital bagi tenaga pendidik.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *