Sastra  

Puisi Di Tangan Anak-Anak – Sapardi Djoko Damono

Puisi Di Tangan Anak-Anak Karya Sapardi Djoko Damono
Puisi Di Tangan Anak-Anak Karya Sapardi Djoko Damono

Tutwuri.id – Puisi dengan judul Di Tangan Anak-anak merupakan karya sastra karya sastrawan dan dosen Prof. Dr. Sapardi Djoko Damono.

Puisi ini mulai dirilis melalui majalah Horison yang diterbitkan pada bulan September tahun 1981.

Puisi ini bercerita tentang kehidupan anak-anak yang bermain dengan imajinasi.

Baca Juga: Puisi Ketika Tangan dan Kaki Bicara – Taufiq Ismail

Lewat karya ini Sapardi Djoko Damono atau yang memiliki nama pena SDD ini mengajak pembaca untuk kembali kehidupan anak-anak dimana mereka bebas berimajinasi dan murni.

Puisi Di Tangan Anak-Anak Karya Sapardi Djoko Damono

Di tangan anak-anak, kertas menjelma perahu Sinbad
yang tak takluk pada gelombang, menjelma burung
yang jeritnya membukakan kelopak-kelopak bunga di hutan;
di mulut anak-anak, kata menjelma Kitab Suci.

“Tuan, jangan kauganggu permainanku ini.”

Profil Prof. Dr. Sapardi Djoko Damono

  • Nama Lengkap: Prof. Dr. Sapardi Djoko Damono
  • Nama Lain: SDD
  • Tempat Lahir: Surakarta
  • Kelahiran: 19 Juli 2020
  • Wafat: 19 Juli 2020

Baca Juga: Puisi Perempuan-Perempuan Perkasa – Hartojo Andangdjaja

Karya:

  • Duka-Mu Abadi (1969; kumpulan puisi 1967-1968)
  • Lelaki Tua dan Laut (1973; terjemahan karya Ernest Hemingway)
  • Mata Pisau (1974; kumpulan puisi 1969-1971)
  • Sepilihan Sajak Giórgos Seféris (1975; terjemahan karya Giórgos Seféris)
  • Puisi Klasik Cina (1976; terjemahan)
  • Lirik Klasik Parsi (1977; terjemahan)
  • Dongeng-dongeng Asia untuk Anak-anak (1982, Pustaka Jaya)
  • Perahu Kertas (1983; kumpulan puisi)
  • Sihir Hujan (1984; mendapat penghargaan Puisi Putera II di Malaysia)
  • Water Color Poems (1986; translated by John H. McGlynn)
  • Suddenly The Night: The Poetry of Sapardi Djoko Damono (1988; translated by John H. McGlynn)
  • Afrika yang Resah (1988; terjemahan karya Okot p’Bitek)
  • Mendorong Jack Kuntikunti: Sepilihan Sajak dari Australia (1991; antologi sajak Australia, dikerjakan bersama R:F: Brissenden dan David Broks)
  • Hujan Bulan Juni (1994; kumpulan puisi 1959-1994)
  • Black Magic Rain (1994; translated by Harry G Aveling)
  • Arloji (1998; kumpulan puisi)
  • Ayat-ayat Api (2000; kumpulan puisi)
  • Pengarang Telah Mati (2001; kumpulan cerpen)
  • Mata Jendela (2002; kumpulan puisi)
  • Ada Berita Apa hari ini, Den Sastro? (2002; kumpulan puisi)
  • Membunuh Orang Gila (2003; kumpulan cerpen)
  • Nona Koelit Koetjing: Antologi cerita pendek Indonesia Periode Awal (1870an – 1910an)” (2005; salah seorang penyusun)
  • Mantra Orang Jawa (2005; puitisasi mantra tradisional Jawa dalam bahasa Indonesia)
  • Before Dawn: The Poetry of Sapardi Djoko Damono (2005; translated by John H. McGlynn)
  • Kolam (2009; kumpulan puisi)
  • Sutradara Itu Menghapus Dialog Kita (2012; kumpulan puisi)
  • Namaku Sita (2012; kumpulan puisi)
  • The Birth of I La Galigo (2013; puitisasi epos “I La Galigo” terjemahan Muhammad Salim, kumpulan puisi dwibahasa bersama John H. McGlynn)
  • Hujan Bulan Juni: Sepilihan Sajak (edisi 1994 yang diperkaya dengan sajak-sajak sejak 1959, 2013; kumpulan puisi)
  • Trilogi Soekram (2015; novel)
  • Hujan Bulan Juni (2015; novel)
  • Melipat Jarak (2015, kumpulan puisi 1998-2015)
  • Suti (2015, novel)
  • Pingkan Melipat Jarak (2017; novel)
  • Yang Fana Adalah Waktu (2018; novel)
  • Sepasang Sepatu Tua (2019; kumpulan cerpen)
  • Segi Tiga (2020; novel)
  • Mboel: 80 Sajak (2020; kumpulan puisi)

Sapardi Djoko Damono merupakan sastrawan dan dosen alumnus UI dan UGM, sastrawan yang dikenal dengan nama singkatanya SDD ini juga dikenal dengan sastrawan angkayan 1970-an.

Tinggalkan Balasan