Melalui Rekayasa DNA, Ilmuwan Berencana Bangkitkan Gajah Mammoth 4.000 Tahun Lalu

  • Bagikan
Ilmuwan Berencana Hidupkan Kembali Gajah Purba Mammoth
Ilmuwan Berencana Hidupkan Kembali Gajah Purba Mammoth

Tutwuri.id – Sekolompok ilmuwan yang dipimpin Church George dari Harvard Medical School berencana membangkitkan kembali Gajah Purba Mammoth yang hidup 4.000 tahun lalu melalui rekayasa DNA.

Penelitian ini juga difungsikan untuk memulihkan ekosistem Arktik dengan cara menanamkan embrio Mammoth ke dalam rahim buatan.

Dengan menghidupkan kembali Mammoth, para peneliti meyakini akan membantu dalam pemulihan ekosistem tundra di wilayah Arktik, mengatasi kritis iklim serta melestarikan gajah asia.

Baca Juga: Mengenal Sarcosuchus, Salah Satu Spesies Buaya Purba Terbesar di Dunia

Dalam perjalananya, Tim ilmuwan sebelumnya telah berhasil mengekstrak DNA Wolly Mammoth yang diterewet di Permaforst.

Dengan menggunakan CRISPR, ilmuwan dalan melakukan perubahan genetik dengan menulis ulang kode kehidupan makhluk serta mengubah karakteristik spesies.

Church juga menyebut bahwa saat ini tinggal beberapa langkah lagi untuk mewujudkan mimpi tersebut. Pihaknya juga telah menganalisis genom dari 23 jenis gajah saat ini yang dicocokkan dengan Mammoth.

Untuk kembali menghidupkan Gajah Purba ini, tim peneliti perlu melakukan melakukan lebih dari 50 pemrograman pada gajah Asia yang kemudian memberikan ciri-ciri Mammoth.

Church menyebutkan beberapa ciri-ciri yang dimaksud yakni lemak isolasi setelab 10 cm, lemia jenis rambut shaggy dengan panjang hingga 1 meter, serta telinga yang lebih kecil untuk mengatasi dingin.

Lebih lanjut, para ilmuwan juga akan merekayasa sehingga Mammoth moderen ini tidak memiliki gading sehingga terhindar dari perburuan liar.

Baca Juga: Inilah Titanoboa, Ular Purba Terbesar di Dunia: Panjang hingga 13 meter dengan Bobot 1,25 Ton

Setelah melakukan rekayasa genetik, Church menyebut akan menggunakan rahim buatan sebagai tempat emrio tumbuh selama 22 bulan.

Dalam paparanya, pihaknya juga menyebut bahwa teknologi ini belum sempurna, tidak menutup kemungkinan mereka akan menjadikan gajah hidup sebagai pengganti.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *